뽀인뚜얍
4시간 전 · Dilihat 16
Menantu perempuan ini bercerita bahwa ibu mertuanya didiagnosis menderita demensia akibat tinitus.
"Karena ibu mertua sangat menyayangiku, aku mengajukan diri untuk tinggal bersama beliau. Namun, beliau sulit tidur di malam hari sehingga sering keluar rumah," tulisnya.
"Setiap kali itu terjadi, aku selalu khawatir terjadi sesuatu dan mengikutinya keluar. Akibatnya, aku jadi kurang tidur dan hampir tidak bisa tidur sama sekali. Bahkan di hari-hari ketika beliau tidak keluar, aku dan suami tidak pernah bisa tidur nyenyak karena khawatir beliau akan pergi," lanjutnya.
"Kemudian, ibu mertua meninggal tahun lalu. Sekitar sebulan setelah kepergian beliau, ketika aku merasa sedikit lega, aku justru mengalami tinitus..." tulisnya sambil menyertakan emoji tersenyum.
"Melihat ibu mertua menderita tinitus sepanjang hidupnya, aku berpikir harus hidup sehat. Aku berusaha makan tiga kali sehari, berolahraga dua kali seminggu, tetapi aku sangat terkejut ketika ini terjadi padaku. Awalnya aku berobat ke dokter, tetapi kemudian aku hanya mendengar bahwa tidak ada solusi. Aku merasa putus asa dan mencoba pengobatan tradisional Tiongkok, tetapi tidak kunjung sembuh," jelasnya.
"Aku sempat berpikir ini adalah takdirku dan hidup seperti itu selama beberapa bulan. Namun, belakangan ini aku mengetahui ada klinik pengobatan tradisional Tiongkok yang khusus menangani tinitus dan gangguan pendengaran. Mungkin karena aku ketinggalan zaman, aku tidak tahu ada tempat seperti itu. Setelah konsultasi, ternyata tinitusku disebabkan oleh ketegangan otot leher yang memburuk. Dikatakan bahwa ketegangan leher dapat memengaruhi seluruh tubuh," lanjutnya.
"Memang benar, selama beberapa tahun aku sangat sibuk sampai-sampai aku merasa aneh makan dengan punggung tegak. Tidak heran tubuhku menjadi tidak sehat. Sekarang aku sedang menjalani pengobatan, dan setiap kali melihat dokter, aku teringat ibu mertua. Beliau sangat baik," tulisnya.
"Setiap kali aku datang, beliau selalu bertanya bagaimana kabarku terlebih dahulu, sampai-sampai aku tidak sadar waktu berlalu. Beliau juga memberikan akupunktur jarum sesuai dengan kondisi tubuhku, aku sangat berterima kasih. Kemarin aku juga menjalani pengobatan dan berpikir, 'Andai saja ibu mertua bisa ikut berobat bersamaku saat beliau masih hidup.' Aku menulis ini karena itu," tambahnya sambil menyertakan emoji tertawa.
Komentar 2
Bukankah ibumu memberimu hadiah lalu pergi sambil berkata, "Jangan sakit ya~"?
Ya, tentu saja, terima kasih ㅎㅎ