Jerawat aktif diperbaiki secara bertahap melalui proses menenangkan, ekstraksi, dan pengobatan, sementara bekas luka diperbaiki melalui perawatan laser dan regeneratif.
Perawatan jerawat dibagi menjadi dua tahap: menenangkan jerawat yang sedang muncul dan memperbaiki bekas luka serta pigmentasi yang tersisa setelah jerawat mereda. Perawatan ini menggabungkan pengendalian sebum dan peradangan (ekstraksi, pengobatan, PDT, dll.) dengan regenerasi bekas luka (Fraxel, suntikan regeneratif, dll.).
Selama fase aktif, peradangan dan sebum dikurangi (melalui pengelupasan, ekstraksi, pengobatan, dan terapi fotodinamik), dan selama fase pembentukan jaringan parut, bekas luka berlubang dan pigmentasi diperbaiki menggunakan Fraxel, subcision, dan suntikan regeneratif.
Hindari mencabut jerawat sendiri karena dapat memperburuk bekas luka, dan efektif untuk memulai perawatan bekas luka setelah jerawat aktif cukup mereda.
Pencabutan sendiri sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk peradangan dan jaringan parut; lebih aman untuk mendapatkan pencabutan dan perawatan yang higienis di rumah sakit.
Perawatan bekas luka (seperti Fraxel) sebaiknya dimulai setelah jerawat aktif mereda sepenuhnya.
Informasi ini hanya untuk pemahaman umum dan bukan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan profesional medis sebelum memutuskan prosedur apa pun.