Ini adalah prosedur yang melibatkan penyuntikan Botox ke otot betis yang berkembang untuk mengecilkan kaki yang besar menjadi garis-garis yang halus.
Operasi pengurangan betis adalah prosedur non-bedah yang mengurangi volume dengan menyuntikkan Botox ke otot betis (gastrocnemius) yang berkembang untuk mengurangi aktivitas otot. Prosedur ini efektif untuk betis berotot yang tampak besar, dan metode Botox terutama digunakan karena lebih aman dan memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan prosedur blok saraf yang dilakukan di masa lalu.
Botox efektif untuk betis berotot di mana otot betis menonjol saat mengangkat tumit. Untuk betis berlemak, sedot lemak atau penanganan mungkin lebih cocok daripada Botox, jadi membedakan jenisnya sangat penting.
Area otot gastrocnemius yang telah berkembang ditandai, dan Botox disuntikkan ke beberapa titik. Seiring berkurangnya penggunaan otot, volume secara bertahap berkurang selama 2 hingga 6 minggu, dan garis-garis tersebut menjadi halus.
Hampir tidak ada waktu pemulihan, sehingga memungkinkan pasien untuk cepat kembali ke kehidupan sehari-hari. Efeknya bertahan selama 4 hingga 6 bulan, dan intervalnya dapat ditingkatkan secara bertahap jika terjadi atrofi otot akibat perawatan berulang.
Awalnya, Anda mungkin merasakan sedikit penurunan kekuatan kaki saat melakukan aktivitas seperti berdiri di atas ujung jari kaki atau mendaki. Karena efektivitasnya terbatas untuk betis berlemak, diagnosis jenisnya harus dilakukan terlebih dahulu.
Efeknya berangsur-angsur berkurang selama 2 hingga 6 minggu setelah penyuntikan, dan efeknya terakumulasi seiring dengan atrofi otot akibat perawatan berulang.
Tidak ada hambatan berarti untuk berjalan kaki setiap hari, tetapi pada awalnya, Anda mungkin merasakan sedikit penurunan kekuatan selama latihan yang membutuhkan kekuatan otot betis yang kuat.
Informasi ini hanya untuk pemahaman umum dan bukan nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan profesional medis sebelum memutuskan prosedur apa pun.